Empat Pulau Hilang dari Aceh: Ketika Batas Wilayah Jadi Bahan Sengketa
Serba Serbi Langsa Empat pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek dinyatakan beralih ke Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bagi masyarakat Aceh, ini bukan sekadar pergeseran administratif. Ini soal harga diri, identitas, dan sumber daya yang bisa jadi tumpuan ekonomi. Bagaimana bisa tanah yang mereka yakini sebagai milik Aceh tiba-tiba jadi milik provinsi tetangga?
2. Himapas Mendesak: “Jangan Cuma Protes, Gugat ke PTUN!”
Sapriadi Pohan, Ketua Himapas Banda Aceh, tak mau hanya melihat polemik ini sebagai isu media. Ia mendesak Pemkab Aceh Singkil membawa masalah ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Sudah ada kabag hukum, tunggu apa lagi?” katanya lantang. Mahasiswa merasa, saat ini pemerintah setempat hanya menyajikan narasi — bukan aksi. Jika benar ini pencaplokan, kenapa belum ada langkah hukum?

Baca Juga: Kabar Gembira, Usia 40 Tahun Masih Bisa Ikut Seleksi CPNS 2025, Kapan Pendaftaran Dibuka?
3. Pulau Demi Pulau: Menelusuri Sengketa Wilayah di Indonesia
Konflik batas wilayah bukan hal baru di Indonesia. Dari Ambalat di Kalimantan, pulau Nipah di Batam, hingga kini Aceh Singkil, persoalan batas administrasi masih terus membayangi. Apakah ini karena peta yang tak jelas? Atau justru kelemahan dokumen hukum dan data geospasial dari daerah itu sendiri? Kasus Aceh Singkil membuka bab baru: bahwa batas wilayah di era digital masih bisa “berubah” lewat keputusan administratif.
4. Dari Banda Aceh, Suara Mahasiswa Menggema: “Empat Pulau Itu Milik Kami”
Mereka bersuara lantang: “Jangan biarkan empat pulau ini hilang tanpa perlawanan!” Aksi mereka menunjukkan bahwa anak muda Aceh tidak tinggal diam. Mereka menuntut transparansi, langkah hukum nyata, dan bukti dokumen historis. Jika tidak, maka ini akan jadi preseden buruk bagi masa depan batas wilayah Aceh.
5. Di Balik Diamnya Pemkab: Ketika Politik Lokal Tak Mampu Menjawab Tantangan Wilayah
Himapas menilai Pemkab Aceh Singkil seperti enggan terlibat jauh. Apakah ini bentuk kelemahan politik lokal? Atau strategi menunggu momen politik tertentu? Di balik hilangnya empat pulau, ada narasi tentang lemahnya kapasitas daerah dalam memperjuangkan wilayahnya sendiri.





